Selasa, 15 Sep 2026
Beranda › Berita
Berita

9 Kebiasaan Perawatan Rambut Ini Picu Rambut Bercabang

✍️ Dewi 🕒 15 Sep 2026 👁️ 1x dibaca
bercabang5
bercabang5 Foto: klikdokter.com

Rambut bercabang menandakan kerusakan yang mengganggu penampilan. Kondisi ini seringkali disebabkan oleh kebiasaan perawatan rambut sehari-hari yang perlu diwaspadai agar rambut tetap sehat dan terawat.

9 kebiasaan perawatan rambut yang sering dilakukan banyak orang dapat menjadi pemicu utama munculnya rambut bercabang, sebuah kondisi yang menandakan kerusakan pada helai rambut. Kondisi medis yang dikenal sebagai trichoptilosis ini membuat ujung rambut terbelah menjadi dua atau lebih bagian, seringkali tampak kusam, kering, rapuh, dan mudah patah. Memahami penyebab dan cara mengatasinya menjadi langkah penting agar kerusakan tidak semakin parah.

Rambut bercabang terjadi ketika kutikula, yaitu lapisan pelindung terluar rambut, mengalami kerusakan. Kerusakan ini bisa bersumber dari paparan lingkungan serta berbagai kebiasaan perawatan rambut yang kurang tepat.

Kerusakan pada kutikula rambut dapat diperparah oleh berbagai kebiasaan perawatan rambut yang tanpa disadari justru memicu atau memperparuk kondisi rambut bercabang.

1. Penggunaan Alat Penata Rambut Panas Berlebihan

Suhu panas yang berlebihan dari alat seperti hair dryer, catokan, atau curling iron dapat menghilangkan kelembapan alami rambut. Penggunaan berulang di tempat yang sama juga memperparah kerusakan. Hal ini merusak lapisan pelindung kutikula dan mengubah struktur protein rambut, menjadikan rambut kering, rapuh, dan ujungnya rentan terbelah.

2. Perawatan Rambut Kimiawi yang Berulang

Bahan kimia keras dalam produk pewarna rambut, bleaching, pelurusan, atau pengeritingan dapat mengikis pelindung alami rambut. Proses ini menghilangkan melanin dan membuat batang rambut kehilangan kekuatan serta kelembapannya. Perawatan kimiawi yang berulang tanpa jeda membuat rambut kering, rapuh, dan ujungnya mudah bercabang.

3. Menyisir Rambut Secara Berlebihan atau Kasar

Menyisir rambut dengan tarikan kuat, menggunakan sisir yang tidak tepat, atau menyisir saat rambut masih basah merusak.

Rambut basah jauh lebih lemah dan elastis sehingga rentan terhadap gesekan dan tarikan. Kebiasaan ini dapat menyebabkan batang rambut rusak, mudah patah, dan ujungnya terbelah.

4. Keramas Terlalu Sering

Mencuci rambut setiap hari atau terlalu sering dapat menghilangkan minyak alami pelindung rambut yang disebut sebum. Sebum berfungsi menjaga kelembapan rambut, sehingga ketika berkurang, rambut menjadi kering.

Rambut kering lebih mudah kusut dan rentan mengalami kerusakan serta bercabang.

5. Tidak Menggunakan Kondisioner Setelah Keramas

Kondisioner memiliki fungsi penting untuk melembutkan rambut, menutup kutikula, dan menjaga kelembapan helainya. Melewatkan penggunaan kondisioner setelah mencuci rambut membuat rambut cenderung lebih kering, kasar, dan sulit diatur.

Akibatnya, rambut lebih mudah mengalami kerusakan dan bercabang.

6. Menggosok Rambut Basah dengan Handuk Kencang

Rambut dalam kondisi basah rapuh dan rentan terhadap kerusakan. Mengeringkan rambut dengan menggosok-gosokkan handuk secara agresif dapat merusak kutikula rambut.

Gesekan kuat ini menyebabkan friksi, membuat rambut mudah patah, dan memicu kondisi bercabang.

7. Mengikat Rambut Terlalu Kencang

Tekanan kuat dari ikat rambut, terutama jika dilakukan di bagian yang sama setiap hari, dapat menyebabkan kerusakan pada batang rambut.

Kebiasaan mengikat atau mencepol rambut terlalu kencang menghambat pergerakan bebas rambut dan melemahkan helainya. Kerusakan akan semakin parah jika rambut diikat saat masih basah.

8. Penggunaan Produk Perawatan Berbahan Kimia Keras

Sampo, kondisioner, atau produk styling yang mengandung sulfat dan alkohol tinggi dapat berdampak negatif pada kesehatan rambut. Bahan-bahan ini cenderung membuat rambut kehilangan kelembapan alaminya. Kondisi rambut yang kering akibat penggunaan produk tersebut memicu munculnya rambut bercabang.

9. Tidak Rutin Menggunting Ujung Rambut

Ujung rambut merupakan bagian tertua dan paling rapuh dari setiap helai rambut. Jika tidak dipotong secara rutin, misalnya setiap 6-8 minggu, ujung yang sudah rusak akan terus membelah.

Kondisi ini bahkan bisa merambat ke atas batang rambut, memperparah kerusakan secara keseluruhan.

Setelah memahami berbagai kebiasaan yang memicu rambut bercabang, ada beberapa langkah yang bisa kamu lakukan untuk mengatasinya.

Langkah paling efektif adalah rutin menggunting ujung rambut setiap 6, 8 minggu sekali untuk menghilangkan bagian yang rusak dan mencegah cabang merambat ke atas.

Selalu aplikasikan kondisioner setelah keramas dan gunakan masker rambut seminggu sekali untuk menjaga kelembapan dan kehalusan rambut. Kamu juga perlu membatasi penggunaan alat penata rambut panas serta selalu memakai heat protectant sebelum menata rambut dengan suhu tinggi.

Ketika menyisir rambut, lakukan dengan lembut menggunakan sisir bergigi jarang, dan hindari menyisir saat masih basah.

Batasi frekuensi keramas, misalnya 2-3 kali seminggu, agar minyak alami rambut tidak hilang.

Untuk perlindungan eksternal, lindungi rambut dari paparan lingkungan dengan menggunakan topi atau produk rambut ber-SPF saat beraktivitas di luar.

Dari dalam, cukupi nutrisi rambut dengan mengonsumsi makanan kaya zinc, protein, zat besi, dan vitamin B.

Pilih sampo dan kondisioner yang melembapkan serta bebas dari bahan kimia keras seperti sulfat dan alkohol. Hindari mengikat rambut terlalu kencang atau di posisi yang sama terus-menerus.

Kamu juga bisa mencoba perawatan alami seperti aplikasi minyak kelapa atau gel lidah buaya pada ujung rambut untuk menutrisi dan melembapkan.

Rambut bercabang adalah indikator kerusakan rambut yang memerlukan perhatian khusus dari kamu.

Meskipun bagian yang sudah bercabang tidak dapat diperbaiki sepenuhnya tanpa dipotong, kondisi ini dapat dicegah dan diminimalisir. Mengubah kebiasaan perawatan rambut yang kurang tepat adalah kunci.

Dengan memahami penyebab dan menerapkan solusi yang efektif, rambut dapat kembali sehat, kuat, dan terawat.

Disusun dengan bantuan penelusuran web dari: hellosehat.com, tribunnews.com, alodokter.com, orami.co.id, detik.com, halodoc.com, kino.co.id, okadoc.com.

D
DewiEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update