Selasa, 15 Sep 2026
Beranda › Berita
Berita

10 Kebiasaan Perawatan Rambut Pemicu Kondisi Rambut Berminyak

✍️ Dewi 🕒 15 Sep 2026 👁️ 1x dibaca
berminyak5
berminyak5 Foto: dove.com

10 kebiasaan perawatan rambut tanpa disadari dapat memperparah kondisi rambut berminyak. Rambut berminyak merupakan kondisi ketika kulit kepala memproduksi sebum atau minyak alami secara berlebihan.

Sebum sebenarnya berfungsi menjaga kelembapan kulit kepala dan rambut.

Namun, produksi berlebih akan membuat rambut terlihat lepek, berkilau berlebihan, dan terasa kotor.

Kondisi ini seringkali disertai rasa gatal, ketombe, bau tidak sedap, hingga jerawat di kulit kepala, dahi, dan leher. Rambut juga cenderung lebih mudah rontok serta sulit ditata.

Beberapa faktor umum memicu rambut berminyak, seperti genetik yang diturunkan dari orang tua.

Perubahan hormon, misalnya saat pubertas, menstruasi, atau kehamilan, juga dapat memicu kelenjar minyak bekerja lebih aktif. Stres berlebihan meningkatkan hormon kortisol yang memicu produksi minyak.

Selain itu, pola makan tinggi karbohidrat, gula, atau makanan digoreng dapat memengaruhi produksi sebum.

Iklim tropis dengan cuaca panas memicu keringat berlebih yang bercampur minyak, membuat rambut lebih cepat lepek.

Rambut lurus atau tipis juga cenderung lebih mudah berminyak karena sebum lebih mudah menyebar ke seluruh helai rambut, sementara kondisi seperti dermatitis seboroik dapat menyebabkan kulit kepala berminyak dan berketombe.

Berikut adalah kebiasaan perawatan rambut yang tanpa disadari dapat memperparah kondisi rambut berminyak.

1. Terlalu Sering Keramas

Mencuci rambut setiap hari atau terlalu sering dapat menghilangkan minyak alami (sebum) yang berfungsi melindungi kulit kepala.

Sebagai respons, kelenjar minyak akan bekerja lebih keras untuk menggantikan minyak yang hilang. Akibatnya, rambut menjadi lebih cepat berminyak.

2. Tidak Membilas Rambut dengan Bersih

Sisa sampo atau kondisioner yang tidak terbilas sempurna dapat menumpuk di kulit kepala dan batang rambut. Penumpukan residu ini membuat rambut terasa berat, berminyak, dan sulit diatur.

Selain itu, kondisi ini dapat mengganggu kesehatan kulit kepala serta mempercepat produksi minyak.

3. Menggunakan Kondisioner Secara Tidak Tepat

Mengaplikasikan kondisioner langsung ke kulit kepala atau menggunakan terlalu banyak dapat menyebabkan penumpukan bahan pelembap.

Kondisioner sebaiknya hanya diaplikasikan pada bagian tengah hingga ujung rambut, bukan pada akar atau kulit kepala. Pastikan juga bilas hingga bersih.

4. Salah Memilih Produk Sampo

Menggunakan sampo yang terlalu berat, tidak sesuai untuk jenis rambut berminyak, atau mengandung bahan kimia keras dapat memperparah kondisi.

Sampo yang terlalu melembapkan atau mengandung sulfat tinggi bisa membuat kulit kepala terlalu kering, yang kemudian memicu produksi sebum berlebih.

5. Salah Memilih Produk Penataan Rambut

Produk penataan rambut seperti hairspray, gel, atau pomade yang berbahan dasar minyak atau terlalu berat dapat menumpuk di rambut dan kulit kepala.

Penumpukan ini menyebabkan rambut terlihat lebih lepek dan berminyak.

6. Terlalu Sering Menyentuh Rambut atau Kulit Kepala

Kebiasaan menggaruk, membelai, atau menyisir rambut secara berlebihan dapat memindahkan minyak, kotoran, dan bakteri dari tangan ke rambut dan kulit kepala.

Kebiasaan ini juga merangsang kelenjar minyak untuk memproduksi lebih banyak sebum.

7. Jarang Membersihkan Sisir

Sisir yang kotor akan menumpuk minyak, debu, sel kulit mati, dan sisa produk rambut. Jika sisir ini terus digunakan, kotoran tersebut akan kembali menempel pada rambut bersih.

Kondisi ini menyebabkan rambut cepat berminyak dan kusam, sehingga sisir sebaiknya dibersihkan setidaknya seminggu sekali.

8. Menggunakan Penutup Kepala Saat Rambut Masih Basah

Memakai penutup kepala seperti hijab atau topi saat rambut masih basah menciptakan lingkungan lembap yang dapat memicu pertumbuhan bakteri.

Kondisi ini juga dapat menyebabkan bau apek dan mempercepat produksi minyak di kulit kepala. Pastikan rambut benar-benar kering sebelum mengenakan penutup kepala.

9. Penggunaan Alat Penata Rambut Panas Berlebihan

Penggunaan alat seperti hair dryer, catokan, atau pengeriting rambut dengan suhu terlalu panas secara berlebihan dapat menghilangkan kelembapan alami batang rambut.

Kulit kepala kemudian merespons dengan memproduksi lebih banyak minyak untuk mengkompensasi kekeringan tersebut.

10. Menggosok Kulit Kepala Terlalu Kasar Saat Keramas atau Mengeringkan Rambut

Menggosok kulit kepala terlalu kasar saat keramas dapat merangsang kelenjar sebaceous untuk memproduksi lebih banyak minyak.

Demikian pula, mengeringkan rambut dengan handuk secara kasar dapat menyebabkan iritasi dan memicu produksi sebum berlebih.

Mengatasi rambut berminyak memerlukan pendekatan yang komprehensif, mulai dari kebiasaan mencuci rambut hingga perubahan gaya hidup.

Pilih produk yang tepat, seperti sampo yang diformulasikan khusus untuk rambut berminyak, yang ringan, bebas sulfat, dan mampu membersihkan tanpa membuat kulit kepala kering.

Kamu bisa memilih kondisioner ringan dan mengaplikasikannya hanya pada batang hingga ujung rambut.

Sesuaikan frekuensi keramas dengan kebutuhan rambut, umumnya 2-3 hari sekali. Jika rambut berminyak, keramas setiap hari dengan sampo yang lembut mungkin diperlukan.

Pastikan membilas rambut hingga benar-benar bersih dari sisa produk. Gunakan air hangat saat keramas untuk membuka kutikula, lalu bilas dengan air dingin untuk menutupnya.

Hindari menyentuh atau menggaruk rambut untuk mencegah transfer minyak dan kotoran. Rutin bersihkan sisir secara teratur untuk mencegah penumpukan minyak dan kotoran.

Pastikan rambut kering sempurna sebelum menggunakan penutup kepala atau tidur, serta hindari penggunaan alat penata rambut panas berlebihan.

Perawatan alami juga bisa membantu, seperti masker rambut dari bahan alami seperti cuka apel, lidah buaya, tea tree oil, teh hijau, yogurt, oatmeal, atau lemon untuk membantu menyeimbangkan pH kulit kepala dan mengurangi produksi minyak.

Kelola stres dengan baik dan perhatikan pola makan. Konsumsi makanan bergizi, kaya vitamin B dan E, serta batasi makanan tinggi gula, karbohidrat olahan, dan gorengan.

Sebagai solusi darurat, kamu bisa menggunakan dry shampoo atau bedak tabur bayi pada akar rambut untuk menyerap minyak berlebih saat tidak sempat keramas.

Jika masalah rambut berminyak tidak kunjung teratasi, disarankan untuk berkonsultasi dengan pakar rambut atau dokter kulit untuk mendapatkan penanganan yang lebih tepat.

Pastikan untuk selalu memeriksa informasi terkini sebelum memutuskan perawatan atau produk yang akan digunakan.

Disusun dengan bantuan penelusuran web dari: halodoc.com, alodokter.com, diricare.com, sensatia.com, cnfstore.com, dove.com, hellosehat.com, liputan6.com.

D
DewiEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update