10 Perawatan Rambut yang Memicu Kerontokan dan Cara Mengatasinya
Kerontokan rambut sering kali dipicu oleh kebiasaan perawatan yang salah. Kenali 10 praktik umum seperti creambath berlebihan dan penggunaan produk kimia keras yang dapat merusak rambut, serta temukan solusi untuk mengatasinya.
Setiap hari, 50 hingga 100 helai rambut rontok dari kepala setiap orang, sebuah fenomena alami yang umumnya tidak perlu dikhawatirkan.
Namun, kerontokan rambut yang terus-menerus melebihi batas normal dapat menjadi indikasi masalah serius yang berujung pada penipisan rambut bahkan kebotakan.
Memahami penyebab kerontokan, terutama yang berasal dari kebiasaan perawatan rambut yang salah, menjadi langkah krusial untuk menjaga kesehatan mahkota kepala.
Artikel ini akan mengulas sepuluh perawatan rambut umum yang ternyata dapat memicu kerontokan, lengkap dengan ciri khas dan solusi pencegahannya.
Dengan mengenali praktik yang keliru, kamu dapat menghindari kerusakan lebih lanjut dan mulai menerapkan rutinitas yang mendukung pertumbuhan rambut sehat.
Perawatan Rambut yang Menyebabkan Rambut Rontok
1. Creambath Berlebihan dengan Pijatan Keras dan Uap Panas
Creambath yang dilakukan dengan pijatan kepala terlalu keras dapat menyebabkan rambut tercabut dari akarnya dan rontok secara prematur.
Selain itu, penggunaan uap panas berlebihan dari hair steamer berpotensi mengiritasi kulit kepala yang sensitif.
Untuk menghindari risiko ini, mintalah kapster untuk memijat dengan lembut dan pertimbangkan untuk menggunakan handuk hangat sebagai pengganti steamer.
2. Penggunaan Kondisioner Berlebihan atau di Kulit Kepala
Menggunakan kondisioner dalam jumlah banyak tidak selalu membuat rambut lebih lembut, justru bisa membuat rambut lepek dan rapuh karena terlalu halus.
Mengoleskan kondisioner langsung ke kulit kepala juga dapat memicu kulit kepala berminyak, penumpukan kotoran, dan ketombe, yang semuanya berkontribusi pada kerontokan rambut.
Sebaiknya, gunakan kondisioner secukupnya hanya dari bagian tengah hingga ujung rambut, hindari kontak langsung dengan kulit kepala.
3. Terlalu Banyak Menggunakan Produk Rambut
Penggunaan beragam produk kecantikan rambut seperti vitamin, kondisioner, atau hair protector secara berlebihan dapat membuat rambut terasa berat dan dehidrasi.
Kondisi ini sering kali berujung pada rambut bercabang dan rapuh.
Pilihlah dua produk esensial yang paling dibutuhkan rambutmu agar rambut dapat bernapas dan tidak terbebani oleh terlalu banyak bahan kimia.
4. Penggunaan Alat Styling Panas Berlebihan
Alat styling seperti catok, hair dryer, atau pengeriting rambut yang digunakan secara rutin dengan suhu panas berlebih dapat merusak protein alami rambut dan menghilangkan kelembapan alaminya.
Akibatnya, rambut menjadi kering, kasar, dan mudah patah. Kurangi frekuensi penggunaan alat styling panas dan selalu gunakan pelindung panas jika kamu memang harus menggunakannya.
5. Menggosok Rambut Basah dengan Handuk Terlalu Kencang
Rambut basah berada dalam kondisi paling rapuh dan rentan terhadap kerusakan.
Menggosok rambut dengan handuk secara kasar dapat menyebabkan rambut tercabut dari akarnya, patah, bercabang, kering, dan akhirnya rontok.
Cukup bungkus rambut dengan handuk dan biarkan handuk menyerap air secara alami selama 10-15 menit, atau tepuk-tepuk lembut untuk mengeringkannya.
6. Mengikat Rambut Terlalu Kencang
Gaya rambut yang menarik rambut terlalu kencang, seperti kuncir kuda atau kepang ketat, dapat menyebabkan alopecia traksi.
Ini adalah kondisi kerontokan rambut yang diakibatkan oleh tarikan berulang pada folikel rambut. Hindari mengikat rambut terlalu kencang dan sesekali biarkan rambutmu terurai bebas untuk mengurangi tekanan.
7. Sering Mencabut atau Memelintir Rambut
Kebiasaan menarik atau memelintir rambut secara berulang dan tanpa disadari dapat merusak folikel rambut secara permanen. Kerusakan folikel ini pada akhirnya akan menyebabkan kerontokan rambut yang signifikan.
Penting untuk menghentikan kebiasaan ini demi menjaga kesehatan dan integritas rambutmu.
8. Menggunakan Sampo Setiap Hari atau di Batang Rambut
Keramas setiap hari dengan sampo dapat menghilangkan kelembapan alami rambut, melemahkan akar, dan menstimulasi produksi minyak berlebih, yang berujung pada kulit kepala berminyak dan ketombe.
Sampo juga mengandung surfaktan yang dapat menghilangkan minyak alami dan protein pada batang rambut, menyebabkan rambut pecah-pecah dan rusak.
Keramaslah secukupnya, fokuskan sampo pada kulit kepala dengan pijatan lembut, dan biarkan busa mengalir ke batang rambut saat membilas.
9. Penggunaan Produk Perawatan Rambut yang Tidak Cocok atau Berbahan Kimia Keras
Sampo, kondisioner, atau produk styling yang mengandung alkohol, sulfat, atau bahan kimia keras lainnya dapat mengikis kelembapan alami rambut dan merusak strukturnya.
Hal ini membuat rambut menjadi kering, kasar, dan sulit diatur, serta lebih rentan rontok.
Pilihlah produk perawatan rambut yang sesuai dengan jenis rambut kamu dan pastikan bebas dari bahan kimia keras yang merusak.
10. Terapi Radiasi di Kepala
Terapi radiasi yang dilakukan di area kepala merupakan salah satu penyebab kerontokan rambut yang serius.
Ini adalah efek samping medis yang memerlukan penanganan dan konsultasi lebih lanjut dengan dokter spesialis. Penanganan kerontokan rambut akibat terapi ini harus dilakukan di bawah pengawasan medis.
Penyebab Umum Rambut Rontok Lainnya
Faktor genetik merupakan penyebab paling umum kerontokan rambut, dikenal sebagai alopecia androgenetik, yang dipengaruhi oleh gen dan hormon androgen. Kondisi ini menyebabkan folikel rambut menyusut seiring waktu.
Perubahan hormonal juga berperan besar, terutama akibat kehamilan, persalinan, menopause, atau gangguan tiroid, yang semuanya memengaruhi siklus pertumbuhan rambut.
Kekurangan nutrisi seperti protein, vitamin B, D, zat besi, dan zinc dapat membuat rambut tipis, rapuh, dan mudah rontok, sering terjadi pada diet ketat.
Stres fisik dan emosional berlebih dapat memicu telogen effluvium, di mana rambut memasuki fase istirahat lebih awal dan rontok lebih banyak, atau alopecia areata.
Efek samping beberapa obat seperti antidepresan, obat gangguan jantung, hipertensi, dan kemoterapi juga dapat menyebabkan kerontokan rambut.
Beberapa kondisi medis tertentu seperti anemia, masalah tiroid, infeksi kulit kepala (kurap), trikotilomania (gangguan mencabut rambut), diabetes, lupus, psoriasis, dan dermatitis seboroik juga menjadi pemicu kerontokan.
Ketombe parah yang menyebabkan kulit kepala gatal dan digaruk terus-menerus dapat melukai folikel rambut, melemahkan akar, dan akhirnya menyebabkan kerontokan.
Solusi Mengatasi Rambut Rontok
Untuk mengatasi rambut rontok, penting untuk mencukupi asupan nutrisi dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang yang kaya protein, vitamin B, D, zat besi, dan zinc.
Nutrisi ini esensial untuk menguatkan akar dan merangsang pertumbuhan rambut.
Selain itu, terapkan pola hidup sehat dengan olahraga rutin dan manajemen stres yang baik, yang dapat membantu mengatasi kerontokan akibat masalah kesehatan atau psikologis.
Pemanfaatan bahan alami juga bisa menjadi alternatif. Lidah buaya, yang mengandung enzim proteolitik, dapat memperbaiki sel kulit kepala mati dan meningkatkan pertumbuhan rambut.
Minyak kelapa kaya asam lemak esensial yang melembapkan kulit kepala, mencegah kerusakan protein rambut, dan merangsang pertumbuhan.
Teh hijau dengan kandungan EGCG-nya merevitalisasi folikel rambut, sedangkan minyak zaitun menutrisi rambut.
Minyak rosemary dipercaya merangsang sirkulasi darah di kulit kepala dan mendorong pertumbuhan folikel rambut. Bawang merah dan madu juga dapat membantu mengatasi rambut rontok.
Akar licorice memiliki zat antiinflamasi yang meningkatkan kesehatan rambut secara keseluruhan. Selain itu, ganti tatanan rambut dengan menghindari ikatan yang terlalu kencang untuk mengurangi tekanan pada folikel.
Rutin keramas dengan sampo yang tepat, sesuai jenis rambut, bebas bahan kimia keras, dan tidak mengandung SLS adalah langkah penting.
Tata rambut dengan lembut, keringkan dengan menepuk perlahan menggunakan handuk, dan sisir secara hati-hati dengan sisir bergigi jarang, terutama saat rambut basah.
Lindungi rambut dari paparan sinar matahari langsung dan polusi dengan menggunakan topi atau scarf.
Jika kerontokan rambut parah dan tidak membaik dengan perawatan mandiri, konsultasikan dengan dokter.
Penanganan medis dapat meliputi obat-obatan seperti Minoxidil topikal, Finasteride oral (untuk pria), atau antiandrogen (untuk wanita), serta pengobatan penyakit yang mendasari kerontokan rambut tersebut.
Memahami perawatan rambut yang berpotensi merusak dan penyebab umum rambut rontok adalah langkah awal yang fundamental untuk menjaga kesehatan rambut.
Dengan menerapkan kebiasaan perawatan yang benar, memenuhi kebutuhan nutrisi, dan mencari solusi yang tepat, masalah rambut rontok dapat diminimalisir dan rambut dapat tumbuh lebih kuat serta lebih sehat.
Disusun dengan bantuan penelusuran web dari: siloamhospitals.com, halodoc.com, clearhaircare.com, dove.com, avoskinbeauty.com, hellosehat.com, alodokter.com, tempo.co.
