Selasa, 15 Sep 2026
Beranda › Berita
Berita

11 Kebiasaan Perawatan Rambut Ini Merusak Mahkotamu

✍️ Dewi 🕒 15 Sep 2026 👁️ 1x dibaca
rusak5
rusak5 Foto: kerastase.co.id

Kenali 11 kebiasaan perawatan rambut sehari-hari yang dapat merusak mahkotamu. Artikel ini mengulas penyebab kerusakan dan solusi praktis untuk menjaga kesehatan rambut agar tetap kuat dan berkilau.

11 kebiasaan perawatan rambut sehari-hari sering kali tidak disadari sebagai pemicu kerusakan.

Rambut rusak adalah kondisi saat mahkotamu kehilangan kelembapan, elastisitas, dan kekuatan alaminya, menjadikannya tampak kusam, bercabang, mudah patah, serta sulit diatur.

Kondisi ini bisa dipicu berbagai faktor, mulai dari lingkungan, kebiasaan perawatan, hingga masalah kesehatan.

Berikut kebiasaan perawatan yang diam-diam dapat memperparah kondisi rambutmu.

1. Penggunaan Alat Penata Rambut Panas Berlebihan

Alat seperti catok, pengering rambut, dan pengeriting rambut menghasilkan suhu tinggi yang merusak protein alami rambut, yaitu keratin. Kerusakan ini menghilangkan kelembapan alami, membuat rambut kering, rapuh, mudah patah, dan tampak frizzy. Menggunakan alat panas pada rambut basah berisiko karena air di dalam rambut akan menguap cepat, memperparah kerusakan.

Kurangi frekuensi penggunaan alat panas, setidaknya seminggu sekali. Selalu gunakan produk pelindung panas sebelum menata rambut dan atur suhu alat pada tingkat lebih rendah.

Biarkan rambut kering secara alami sebisa mungkin.

2. Perawatan Kimia Rambut yang Keras

Proses pewarnaan, bleaching, pelurusan, atau pengeritingan permanen menggunakan bahan kimia keras yang merusak lapisan pelindung rambut (kutikula). Kerusakan kutikula menyebabkan rambut kehilangan kilau dan kelembutannya, menjadi kusam, kering, bercabang, rapuh, serta mudah rontok. Bleaching agresif karena menghilangkan pigmen alami rambut dan mengikis keratin.

Berikan jeda waktu cukup antar perawatan kimia, misalnya 8 hingga 10 minggu. Pilih pewarna dengan bahan alami atau warna lebih gelap untuk mengurangi efek kerusakan. Gunakan sampo dan kondisioner khusus rambut diwarnai atau di-bleaching, lalu bilas rambut dengan air dingin untuk membantu menutup kutikula.

3. Keramas Terlalu Sering atau dengan Cara yang Salah

Keramas terlalu sering, misalnya setiap hari, menghilangkan minyak alami rambut (sebum) yang berfungsi menjaga kelembapan. Hal ini menyebabkan rambut menjadi kering, rapuh, dan mudah patah.

Menggosok batang rambut dengan sampo secara kasar juga dapat merusak kutikula, begitu pula keramas dengan air panas.

Keramas idealnya dua hingga tiga hari sekali atau disesuaikan dengan jenis dan kondisi rambut.

Fokuskan sampo pada kulit kepala dengan pijatan lembut, lalu biarkan busa mengalir ke batang rambut saat membilas.

Gunakan air bersuhu normal atau dingin untuk membilas, dan selalu gunakan kondisioner pada batang hingga ujung rambut.

4. Menyisir Rambut dengan Kasar atau Saat Basah

Rambut dalam keadaan basah jauh lebih rapuh dan elastis, sehingga rentan terhadap kerusakan.

Menyisir rambut secara berlebihan atau terlalu kasar, terutama saat basah, menyebabkan rambut mudah patah, rontok, dan merusak kutikula.

Gunakan sisir bergigi jarang atau jari-jari untuk menguraikan rambut secara perlahan. Biarkan rambut setengah kering terlebih dahulu sebelum disisir.

5. Mengeringkan Rambut dengan Handuk Secara Kasar

Menggosok-gosok rambut basah dengan handuk secara kuat dan kasar adalah kebiasaan yang merusak tekstur rambut.

Kebiasaan ini membuat rambut menjadi lebih kasar, mudah rontok, dan patah karena rambut yang basah rentan terhadap gesekan.

Keringkan rambut dengan menepuk-nepuk lembut menggunakan handuk, lebih baik handuk mikrofiber, untuk menyerap air. Kamu juga bisa membiarkan rambut kering terkena angin secara alami.

6. Mengikat Rambut Terlalu Kencang

Kebiasaan mengikat rambut terlalu kencang, seperti kuncir kuda atau kepang ketat, menyebabkan tekanan berlebih pada folikel rambut. Hal ini mengakibatkan rambut patah, rontok, dan dalam jangka panjang dapat menyebabkan traction alopecia, yaitu kerontokan rambut akibat tarikan terus-menerus.

Hindari mengikat rambut terlalu kencang atau terlalu lama. Sesekali biarkan rambut terurai untuk mengurangi tekanan pada folikel, dan gunakan ikat rambut yang lembut serta tidak terlalu menarik.

7. Paparan Sinar Matahari dan Polusi Berlebihan

Sinar ultraviolet (UVA dan UVB) dari matahari merusak struktur rambut, termasuk keratin dan melanin.

Kerusakan ini menyebabkan rambut kehilangan kelembapan alaminya, menjadikannya kering, kusam, kasar, bercabang, serta warnanya bisa memudar. Partikel polusi juga menempel pada rambut, membuatnya terasa kotor dan lemah.

Lindungi rambut dari paparan sinar matahari langsung dan polusi dengan memakai topi atau scarf. Gunakan produk pelindung UV atau hair sunscreen khusus rambut saat beraktivitas di luar ruangan.

8. Paparan Klorin dari Kolam Renang

Klorin adalah zat kimia pembersih air kolam renang yang menghilangkan minyak alami (sebum) pada rambut.

Paparan klorin membuat rambut kering, kasar, bercabang, mudah patah karena elastisitas berkurang, dan bahkan dapat mengubah warna rambut, terutama rambut pirang menjadi kehijauan jika ada kandungan tembaga.

Gunakan topi renang yang efektif menghalangi paparan air berklorin. Bilas rambut dengan air bersih sebelum dan sesudah berenang.

Oleskan minyak kelapa pada rambut sebelum berenang untuk menciptakan lapisan pelindung, dan gunakan sampo serta kondisioner khusus untuk perenang yang dapat menghilangkan sisa klorin.

9. Penggunaan Produk Perawatan Rambut yang Tidak Sesuai

Sampo, kondisioner, atau produk styling yang mengandung alkohol, sulfat, atau bahan kimia keras lainnya mengikis kelembapan alami rambut. Pemakaian jangka panjang bisa merusak struktur rambut, membuatnya tampak kering, kasar, dan sulit diatur.

Pilih produk perawatan rambut yang sesuai dengan jenis rambutmu dan bebas dari bahan kimia keras. Cari produk yang mengandung bahan pelembap dan protein untuk menutrisi rambut.

10. Kurangnya Asupan Nutrisi Seimbang

Rambut membutuhkan nutrisi penting seperti protein, zat besi, vitamin D, zinc, vitamin A, B (terutama biotin), dan vitamin C, serta asam lemak omega-3.

Nutrisi ini penting untuk pertumbuhan rambut yang kuat dan sehat. Kekurangan asupan nutrisi mengganggu pertumbuhan rambut, membuatnya tipis, rapuh, kering, kusam, dan mudah rusak.

Konsumsi makanan bergizi seimbang yang kaya nutrisi tersebut, seperti ikan salmon, telur, daging unggas, kacang-kacangan, bayam, ubi jalar, kenari, tiram, dan buah-buahan kaya vitamin C.

Pertimbangkan suplemen jika asupan dari makanan tidak mencukupi, setelah berkonsultasi dengan ahli.

11. Jarang Memotong Ujung Rambut

Ujung rambut yang bercabang atau split ends adalah tanda kerusakan rambut yang jelas. Jika dibiarkan, kerusakan ini merambat ke atas batang rambut, memperparah kondisi rambut secara keseluruhan dan membuatnya tampak tidak sehat.

Potong ujung rambut secara teratur, misalnya setiap dua hingga tiga bulan sekali atau setiap enam hingga delapan minggu.

Langkah ini menghilangkan bagian yang rusak dan mencegah kerusakan merambat ke bagian rambut lainnya.

Memahami kebiasaan perawatan rambut yang berpotensi merusak adalah kunci untuk menjaga kesehatan mahkotamu. Perubahan kecil dalam rutinitas harian dapat membuat perbedaan besar bagi kekuatan dan kilau rambutmu.

Disusun dengan bantuan penelusuran web dari: alodokter.com, loccitane.com, traveloka.com, jakartaaestheticclinic.co.id, suara.com, rsmurniteguh.com, lorealprofessionnel.id, halodoc.com.

D
DewiEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update