Senin, 14 Sep 2026
Beranda › Berita
Berita

6 Jenis Ketombe yang Perlu Kamu Pahami untuk Penanganan Optimal

✍️ Dewi 🕒 14 Sep 2026 👁️ 1x dibaca
psoriasis
psoriasis Foto: beautyjournal.id

Ketombe adalah masalah kulit kepala yang umum, namun jenisnya beragam. Mengenali 6 jenis ketombe ini penting untuk menentukan perawatan yang efektif dan menjaga kesehatan kulit kepala kamu.

6 jenis ketombe yang sering dialami banyak orang akan dibahas dalam artikel ini.

Kondisi kulit kepala ini ditandai serpihan kulit mati yang mengelupas, sering disertai rasa gatal dan iritasi.

Memahami perbedaan setiap jenis penting untuk menentukan penanganan yang tepat, karena ciri dan penyebabnya bervariasi.

1. Ketombe Kering (Dry Dandruff)

Serpihan ketombe ini berwarna putih, berukuran kecil, halus, dan mudah rontok dari kulit kepala.

Ketombe jenis ini sering terlihat berjatuhan di bahu atau pakaian, dan kulit kepala cenderung terasa kering, kencang, serta gatal.

Kondisi ini umumnya terjadi saat kulit kepala kekurangan kelembapan atau mengalami dehidrasi ekstrem, sering dipicu oleh cuaca dingin atau penggunaan produk perawatan rambut yang menghilangkan minyak alami.

2. Ketombe Berminyak atau Basah (Oily/Greasy Dandruff)

Jenis ketombe ini memiliki serpihan yang lebih besar, berwarna kekuningan, dan cenderung lengket pada kulit kepala atau rambut.

Kulit kepala terasa lepek, gatal, dan tidak nyaman karena produksi sebum (minyak alami) yang berlebihan.

Minyak berlebih ini bercampur dengan sel kulit mati dan kotoran, membentuk gumpalan lengket yang ideal untuk pertumbuhan mikroorganisme seperti jamur Malassezia.

3. Ketombe Akibat Jamur Malassezia

Seringkali tumpang tindih dengan ketombe berminyak, ketombe ini ditandai dengan serpihan putih atau kekuningan disertai rasa gatal yang intens.

Jika ketombe terasa basah dan berkerak, kemungkinan besar pemicunya adalah pertumbuhan berlebih jamur Malassezia.

Jamur ini secara alami hidup di kulit kepala, namun jumlahnya yang berlebihan dapat memicu iritasi dan pergantian sel kulit yang cepat pada area yang kaya minyak.

4. Ketombe Akibat Dermatitis Seboroik

Kondisi kulit ini lebih parah dari ketombe biasa, ditandai dengan kulit kepala yang merah, berminyak, dan bersisik tebal berwarna putih atau kuning.

Rasa gatal seringkali ekstrem dan serpihan dapat menyebar ke area berminyak lain seperti alis atau jenggot.

Dermatitis seboroik diduga kuat disebabkan oleh pertumbuhan berlebih jamur Malassezia dan gangguan sistem kekebalan tubuh.

5. Ketombe Akibat Psoriasis Kulit Kepala

Berbeda dengan ketombe pada umumnya, psoriasis kulit kepala ditandai dengan bercak merah, menebal, dan bersisik perak yang menempel kuat.

Kondisi ini dapat menyebabkan gatal ekstrem dan rasa tidak nyaman yang signifikan.

Psoriasis adalah penyakit autoimun kronis di mana sel kulit beregenerasi terlalu cepat, menciptakan penumpukan sel yang membentuk sisik tebal.

6. Ketombe Akibat Dermatitis Kontak

Ketombe jenis ini muncul sebagai reaksi alergi atau iritasi terhadap produk perawatan rambut tertentu. Gejala lain yang mungkin menyertai adalah kulit kepala kemerahan, pecah-pecah atau melepuh, dan gatal-gatal.

Penggunaan sampo, pewarna rambut, atau gel rambut dengan bahan kimia keras dapat memicu reaksi iritasi pada kulit kepala yang sensitif.

Penyebab Umum Ketombe Ketombe terjadi ketika sel kulit mati di kulit kepala mengelupas lebih cepat dari biasanya, yang sering berkaitan dengan gangguan kelenjar penghasil minyak.

Beberapa faktor umum yang dapat memicu atau memperburuk ketombe meliputi kulit kepala kering atau berminyak, serta infeksi jamur Malassezia.

Kebiasaan tidak cukup keramas atau keramas terlalu sering juga dapat berkontribusi, begitu pula sensitivitas terhadap produk perawatan rambut.

Kondisi medis tertentu seperti dermatitis seboroik dan psoriasis, stres, pola makan tidak sehat, perubahan hormonal, dan cuaca ekstrem turut berperan.

Penumpukan produk rambut dan terlalu sering menyisir rambut dengan kasar juga dapat memperparah kondisi ini.

Solusi Umum untuk Mengatasi Ketombe Mengatasi ketombe dapat dilakukan dengan berbagai cara, disesuaikan dengan jenis dan penyebabnya. Penggunaan sampo anti-ketombe yang mengandung bahan aktif seperti zinc pyrithione, selenium sulfide, atau ketoconazole efektif mengurangi jamur, minyak, dan peradangan. Menjaga kebersihan kulit kepala secara rutin dengan keramas teratur membantu mengangkat minyak dan sel kulit mati, namun hindari mencuci rambut terlalu sering agar kulit kepala tidak kering. Bahan alami seperti tea tree oil, cuka sari apel, minyak kelapa, gel lidah buaya, dan jeruk nipis juga dapat membantu karena sifat antijamur dan pelembapnya. Mengelola stres, menjaga pola makan sehat, dan menghindari produk rambut yang mengiritasi juga merupakan langkah penting. Jika ketombe tidak membaik atau disertai gejala parah seperti gatal ekstrem atau rambut rontok berlebihan, segera konsultasikan dengan dokter spesialis kulit untuk penanganan lebih lanjut.

Ketombe, meskipun sering dianggap masalah sepele, dapat mengganggu penampilan dan kenyamanan.

Dengan mengenali 6 jenis ketombe yang mungkin kamu alami dan memahami penyebabnya, kamu dapat memilih penanganan yang paling tepat dan efektif.

Jangan ragu untuk mencari bantuan profesional jika ketombe tidak kunjung membaik atau disertai gejala yang lebih serius.

Disusun dengan bantuan penelusuran web dari: sakraworldhospital.com, alodokter.com, halodoc.com, clearhaircare.com, diricare.com, watsons.co.id, klikdokter.com, cnfstore.com.

D
DewiEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update