Kamis, 01 Okt 2026
Beranda › Berita
Berita

5 Mitos dan Fakta Ketombe yang Perlu Kamu Tahu

✍️ Dewi 🕒 22 Sep 2026 👁️ 7x dibaca
ketombe5
ketombe5 Foto: beautyjournal.id

Pelajari lima mitos populer tentang ketombe dan fakta sebenarnya di balik kondisi kulit kepala ini. Ketahui pemicu ketombe, solusi penanganannya, serta cara menjaga kesehatan rambut dan kulit kepala.

5 poin utama sering menjadi perdebatan seputar ketombe, masalah kulit kepala umum yang ditandai serpihan kulit mati berwarna putih atau kekuningan.

Kondisi ini, yang secara ilmiah disebut Pityriasis capitis, merupakan pengelupasan sel kulit mati berlebihan di kulit kepala. Pengelupasan sel kulit mati adalah proses alami, namun pada penderita ketombe, pergantian sel kulit terjadi terlalu cepat.

Proses pergantian sel kulit pada penderita ketombe berlangsung sekitar dua minggu sekali, dibandingkan satu bulan sekali pada kulit kepala normal.

Hal ini menyebabkan penumpukan serpihan kulit kepala yang juga sering disertai rasa gatal.

Mengenali Penyebab Ketombe

Jamur Malassezia globosa menjadi salah satu penyebab utama ketombe. Jamur ini secara alami hidup di kulit kepala dan pertumbuhannya yang berlebih akan memakan minyak atau sebum.

Proses ini menghasilkan asam oleat yang memicu iritasi dan pengelupasan sel kulit kepala lebih cepat pada orang yang sensitif. Dermatitis seboroik, yaitu kondisi kulit kepala berminyak berlebihan, juga menjadi pemicu karena menyediakan makanan bagi jamur Malassezia.

Selain itu, kulit kepala kering juga dapat menyebabkan serpihan putih, namun biasanya serpihan ini lebih kecil dan tidak berminyak dibandingkan ketombe akibat dermatitis seboroik.

Kurangnya kebersihan kulit kepala karena jarang mencuci rambut dapat menyebabkan penumpukan sel kulit mati dan minyak.

Sensitivitas terhadap produk rambut tertentu yang menyebabkan dermatitis kontak, stres yang melemahkan sistem imun, perubahan hormon, dan kondisi medis seperti eksim atau psoriasis juga berkontribusi pada ketombe.

Pola makan yang buruk atau konsumsi gula berlebihan dapat memicu peradangan dan produksi minyak di kulit kepala.

Solusi Efektif Mengatasi Ketombe

Mengatasi ketombe dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya adalah penggunaan sampo antiketombe khusus. Sampo ini umumnya mengandung bahan aktif seperti zinc pyrithione (ZPTO), selenium sulfida, ketoconazole, piroctone olamine, atau climbazole.

Beberapa merek yang tersedia di pasaran meliputi CLEAR MEN ULTRA, Erhair Scalperfect, Sebamed Anti-Dandruff Shampoo, Selsun Blue, Pantene Anti Dandruff, Head & Shoulders, Dove Dandruff Care, Natur Tea Tree Oil, dan Lifebuoy Anti Dandruff.

Harga sampo antiketombe bervariasi, misalnya Natur Shampoo Tea Tree Oil 270ml mulai dari sekitar Rp54.500, Dove Shampoo Anti Ketombe 290ml mulai dari sekitar Rp39.800, dan Erhair Scalperfect Shampoo 100ml mulai dari sekitar Rp59.000.

Angka-angka ini merupakan gambaran per September 2026 dan bisa berubah sewaktu-waktu.

Perawatan alami juga menjadi pilihan efektif untuk mengatasi ketombe. Minyak kelapa, tea tree oil, dan gel lidah buaya dikenal memiliki sifat antijamur dan antibakteri yang dapat mengurangi peradangan.

Soda kue dapat bertindak sebagai eksfolian ringan untuk mengangkat sel kulit mati dan mengurangi minyak berlebih, sementara cuka sari apel membantu menyeimbangkan pH kulit kepala.

Lemon atau jeruk nipis dengan kandungan asamnya serta minyak zaitun dan masker pisang untuk melembapkan kulit kepala juga dapat digunakan.

Menjaga kebersihan kulit kepala dengan keramas teratur penting untuk menghilangkan kotoran, minyak berlebih, dan sel kulit mati.

Hindari penggunaan alat pemanas rambut berlebihan yang dapat mengiritasi kulit kepala. Mengelola stres dan menerapkan pola makan sehat juga berkontribusi pada kesehatan kulit kepala.

Jika ketombe tidak membaik dengan perawatan rumahan, serpihan makin banyak, kulit kepala memerah, atau gatal semakin parah, konsultasi dengan dokter kulit disarankan.

1. Mitos: Ketombe Disebabkan Kulit Kepala Kering

Mitos pertama yang beredar luas adalah ketombe disebabkan oleh kulit kepala kering. Padahal, ini adalah kesalahpahaman umum karena ketombe justru sering dipicu oleh produksi minyak berlebih di kulit kepala. Minyak ini menjadi sumber makanan bagi jamur Malassezia, yang kemudian menyebabkan sel kulit meluruh lebih cepat dan menggumpal menjadi serpihan. Meskipun kulit kepala kering bisa menghasilkan serpihan kecil, ketombe yang sebenarnya lebih sering terkait dengan kulit kepala berminyak.

2. Mitos: Ketombe Adalah Tanda Kebersihan yang Buruk

Anggapan bahwa ketombe adalah tanda kebersihan yang buruk juga merupakan mitos. Ketombe bisa terjadi pada siapa saja, terlepas dari seberapa sering mereka keramas. Meskipun jarang mencuci rambut dapat memperburuk ketombe karena penumpukan minyak dan sel kulit mati, penyebab utamanya adalah pertumbuhan jamur Malassezia, produksi minyak berlebih, faktor genetik, stres, dan diet, bukan semata-mata kebersihan yang buruk.

3. Mitos: Ketombe Itu Menular

Ketombe tidak menular dari satu orang ke orang lain, hal ini adalah fakta penting yang sering disalahpahami. Jamur Malassezia yang berperan dalam munculnya ketombe secara alami ada di kulit kepala setiap orang. Ketombe adalah kondisi pribadi yang dipengaruhi oleh respons kulit kepala individu terhadap jamur tersebut dan faktor lainnya, sehingga tidak dapat ditularkan melalui kontak fisik atau berbagi sisir.

4. Mitos: Menggaruk Ketombe Akan Menghilangkannya

Menggaruk kulit kepala yang berketombe justru dapat memperburuk kondisi, bukan menghilangkannya. Tindakan menggaruk dapat menyebabkan iritasi, luka, dan peradangan pada kulit kepala.

Selain itu, menggaruk berlebihan juga dapat meningkatkan risiko infeksi bakteri dan membuat kulit kepala semakin kering, yang pada akhirnya bisa memicu lebih banyak ketombe daripada sebelumnya.

5. Mitos: Ketombe Hanya Bisa Diatasi dengan Sampo Medis Mahal

Ketombe ringan hingga sedang seringkali dapat dikendalikan dengan sampo antiketombe yang dijual bebas di pasaran. Sampo ini mengandung bahan aktif seperti zinc pyrithione atau selenium sulfida yang efektif. Banyak bahan alami seperti minyak kelapa, tea tree oil, lidah buaya, soda kue, dan cuka sari apel juga terbukti efektif dalam mengatasi ketombe. Sampo medis yang lebih kuat atau resep dokter diperlukan jika ketombe parah atau tidak merespons perawatan standar.

Penting bagi kamu untuk memastikan sendiri informasi terkini sebelum berkunjung atau memutuskan perawatan.

Disusun dengan bantuan penelusuran web dari: columbiaasia.co.id, hellosehat.com, wikipedia.org, sunsilk.co.id, watsons.co.id, kalbarprov.go.id, halodoc.com, siloamhospitals.com.

D
DewiEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update