Kamis, 01 Okt 2026
Beranda › Berita
Berita

5 Kebiasaan Sepele Penyebab Rambut Rontok dan Solusinya

✍️ Dewi 🕒 24 Sep 2026 👁️ 8x dibaca
rontok5
rontok5 Foto: pureve.co.id

Rambut rontok adalah masalah umum yang bisa disebabkan oleh kebiasaan sepele sehari-hari. Kenali 5 kebiasaan pemicu kerontokan rambut dan cara mengatasinya agar rambut tetap sehat.

Kerontokan rambut adalah masalah umum yang dialami banyak orang, baik pria maupun wanita. Normalnya, setiap orang kehilangan sekitar 50 hingga 100 helai rambut per hari.

Jika kerontokan melebihi jumlah tersebut, ini bisa menjadi tanda masalah yang lebih serius dan berpotensi menyebabkan penipisan rambut.

Penyebab rambut rontok beragam, mulai dari faktor genetik, perubahan hormon, kondisi medis tertentu, efek samping obat-obatan, hingga masalah psikologis seperti stres berlebihan.

Selain itu, banyak kebiasaan sehari-hari yang sering dianggap sepele ternyata dapat berkontribusi besar terhadap kerontokan rambut.

Mengenali dan mengubah kebiasaan ini penting untuk menjaga kesehatan rambut serta mencegah kerontokan berlebihan. Dengan begitu, kamu dapat memiliki rambut yang lebih kuat dan sehat.

1. Mengikat Rambut Terlalu Kencang dan Terlalu Lama

Kebiasaan mengikat rambut terlalu kencang, seperti kuncir kuda, kepang, atau sanggul yang ketat, memberikan tekanan berlebihan pada folikel rambut. Tarikan konstan ini dapat merusak folikel rambut dan menyebabkan kondisi yang disebut traction alopecia, di mana folikel rambut melemah secara permanen dan sulit untuk menumbuhkan rambut kembali. Mengikat rambut kencang juga bisa memicu sakit kepala.

Tarikan fisik yang kuat dan berulang pada akar rambut menjadi penyebab utama dari masalah ini. Folikel rambut tidak dirancang untuk menahan tekanan jangka panjang yang intens.

Hindari mengikat rambut terlalu kencang untuk waktu yang lama.

Gunakan ikat rambut berbahan lembut dan lebih elastis, serta ganti-ganti gaya rambut agar tekanan tidak selalu pada area yang sama.

Jangan biarkan rambut terikat lebih dari dua jam, terutama saat tidur.

2. Menyisir atau Menggosok Rambut Saat Basah

Rambut berada dalam kondisi paling rapuh saat basah. Menyisir rambut basah secara paksa atau menggosoknya terlalu keras dengan handuk dapat merusak kutikula rambut, lapisan terluar rambut.

Hal ini membuat batang rambut rapuh, kusut, mudah patah, dan akhirnya rontok.

Rambut basah lebih elastis dan rentan terhadap kerusakan fisik. Gesekan berlebihan merusak struktur rambut secara signifikan.

Keringkan rambut dengan menepuk-nepuk lembut menggunakan handuk, bukan menggosoknya dengan keras. Biarkan rambut mengering sebagian secara alami sebelum disisir.

Gunakan sisir bergigi jarang atau jari-jari untuk mengurai rambut basah dengan lembut, mulai dari bagian ujung ke akar.

3. Jarang atau Terlalu Sering Keramas

Jarang keramas (lebih dari empat hari) akan membuat minyak alami, kotoran, debu, dan sisa produk menumpuk di kulit kepala.

Penumpukan ini dapat menyumbat folikel rambut, menghambat penyerapan nutrisi, menyebabkan gatal, peradangan, dan menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan bakteri atau jamur seperti ketombe, yang semuanya memicu kerontokan.

Sebaliknya, keramas berlebihan dapat menghilangkan sebum yang menjaga kelembapan kulit kepala dan kekuatan batang rambut. Hal ini membuat rambut menjadi kering, rapuh, dan mudah rontok.

Ketidakseimbangan produksi minyak alami kulit kepala dan penumpukan kotoran menjadi penyebab jarang keramas. Sementara itu, hilangnya kelembapan alami rambut adalah dampak dari terlalu sering keramas.

Keramaslah secara rutin sesuai dengan jenis rambut dan kondisi kulit kepala, biasanya 2-3 kali seminggu. Gunakan sampo yang tepat dan hindari sampo dengan deterjen keras.

Fokuskan sampo pada kulit kepala untuk membersihkan minyak dan kotoran, biarkan busanya mengalir ke batang rambut saat dibilas.

Gunakan kondisioner hanya pada batang hingga ujung rambut, hindari kulit kepala.

4. Penggunaan Alat Penata Rambut Panas dan Produk Kimia Berlebihan

Penggunaan alat penata rambut panas seperti hair dryer, catokan lurus, atau catokan keriting secara intens dan tanpa pelindung panas dapat merusak protein keratin yang membentuk rambut dan kutikula pelindungnya. Akibatnya, rambut kehilangan kelembapan alami, menjadi kering, rapuh, mudah patah, dan rontok.

Proses kimia seperti pewarnaan, smoothing, atau pengeritingan rambut yang terlalu sering atau tidak tepat juga dapat merusak struktur rambut. Tindakan ini juga bisa mengiritasi kulit kepala, yang pada akhirnya menyebabkan kerontokan.

Panas berlebihan merusak protein rambut, sementara bahan kimia keras mengikis lapisan pelindung rambut dan mengganggu folikel. Ini adalah penyebab utama kerusakan rambut akibat penataan.

Batasi penggunaan alat penata rambut panas dan selalu gunakan produk pelindung panas sebelum menata rambut. Pilih pewarna rambut yang ringan dan lakukan tes alergi terlebih dahulu.

Berikan jeda waktu yang cukup antar perawatan kimia, dan gunakan produk perawatan rambut yang menutrisi serta melembapkan.

5. Stres dan Diet Ketat/Kurang Gizi

Stres berlebihan dapat mengganggu keseimbangan hormon dalam tubuh dan memicu folikel rambut masuk ke fase istirahat lebih cepat, menyebabkan kerontokan yang disebut telogen effluvium. Stres juga bisa memicu kebiasaan menarik-narik rambut yang dikenal sebagai trichotillomania.

Diet yang terlalu ketat atau kekurangan asupan gizi penting, terutama protein, zat besi, vitamin B, C, dan asam lemak omega-3, dapat membuat rambut tumbuh lebih tipis, rapuh, dan mudah rontok.

Tubuh akan mengarahkan nutrisi ke organ vital, mengorbankan pertumbuhan rambut.

Gangguan hormonal dan siklus pertumbuhan rambut akibat stres menjadi pemicu kerontokan. Kekurangan nutrisi esensial yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan kekuatan rambut juga berperan besar.

Kelola stres dengan melakukan aktivitas yang meredakan ketegangan seperti meditasi, yoga, olahraga rutin, atau cukup tidur.

Konsumsi makanan bergizi seimbang yang kaya protein (ikan, ayam, kacang-kacangan), zat besi, vitamin, dan mineral. Penuhi kebutuhan kalori dan hindari diet ekstrem.

Mengatasi rambut rontok memerlukan pendekatan holistik yang tidak hanya fokus pada perawatan luar, tetapi juga memperhatikan kebiasaan sehari-hari dan kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Dengan menghindari kebiasaan sepele yang merusak rambut dan menerapkan gaya hidup sehat, kamu dapat secara signifikan mengurangi kerontokan dan menjaga rambut tetap kuat serta sehat.

Jika kerontokan rambut berlanjut atau semakin parah meskipun sudah melakukan perubahan gaya hidup dan perawatan, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit.

Dokter dapat membantu mengidentifikasi penyebab mendasar kerontokan dan merekomendasikan penanganan yang tepat, termasuk obat-obatan atau terapi khusus jika diperlukan.

Disusun dengan bantuan penelusuran web dari: tirto.id, alodokter.com, cnnindonesia.com, polri.go.id, handduk.co, siloamhospitals.com, halodoc.com, dove.com.

D
DewiEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update