Kamis, 01 Okt 2026
Beranda › Berita
Berita

2 Proses Kimia Utama Pemicu Rambut Rusak yang Perlu Diwaspadai

✍️ Dewi 🕒 18 Sep 2026 👁️ 8x dibaca
rusak5
rusak5 Foto: beautynesia.id

2 proses kimia tertentu, yaitu pewarnaan dan pelurusan, menjadi pemicu utama kerusakan rambut yang sering diabaikan. Rambut rusak adalah kondisi ketika rambut kehilangan kelembapan, elastisitas, dan kekuatan alaminya.

Kondisi ini membuat rambut tampak kusam, bercabang, mudah patah, dan sulit diatur.

Paparan bahan kimia dalam produk perawatan rambut, seperti pewarnaan atau pelurusan, dapat memperparah kerusakan rambut.

Faktor-faktor ini bekerja dengan mengubah struktur alami rambut, menjadikannya rentan terhadap kerusakan lebih lanjut.

1. Pewarnaan dan Bleaching Rambut

Pewarnaan dan bleaching rambut melibatkan penggunaan bahan kimia kuat seperti amonia, hidrogen peroksida, dan para-phenylenediamine (PPD). Bahan-bahan ini bekerja dengan membuka lapisan pelindung terluar rambut atau kutikula untuk memungkinkan pigmen warna menembus korteks rambut. Proses ini menghilangkan minyak alami dan lapisan protein pelindung rambut, mengubah struktur protein keratin yang menjaga kekuatan dan elastisitas rambut.

Akibat dari proses ini, rambut menjadi kering, rapuh, mudah patah, kusam, dan bercabang. Elastisitas rambut berkurang dan helai rambut bisa mengembang, meningkatkan gesekan antar helai yang merusak kutikula. Rambut yang di-bleaching berulang kali dapat membuat kutikula terangkat dan tidak lagi melindungi bagian dalam rambut dengan baik, menjadikannya lebih porous dan lemah secara mekanis.

2. Pelurusan, Pengeritingan, dan Smoothing Rambut

Proses pelurusan, pengeritingan, dan smoothing rambut menggunakan bahan kimia kuat, seperti tioglikolat atau formaldehid untuk smoothing. Bahan-bahan ini bekerja dengan memecah ikatan disulfida di dalam korteks rambut untuk mengubah bentuk atau tekstur rambut secara permanen. Selain bahan kimia, proses ini seringkali melibatkan penggunaan panas tinggi dari alat penata rambut seperti catokan yang dapat merusak protein alami rambut dan menghilangkan kelembapan esensial.

Perubahan struktur internal rambut ini secara signifikan melemahkan batang rambut, membuatnya kehilangan kelembapan, protein, dan nutrisi penting. Rambut menjadi kering, rapuh, kasar, kusam, mudah patah, dan bercabang.

Rambut juga bisa terasa kaku, tidak selembut biasanya, dan sulit diatur setelah terpapar bahan kimia dan panas berlebih.

Penyebab Rambut Rusak Lainnya

Selain proses kimia, beberapa faktor lain juga dapat menyebabkan kerusakan rambut. Paparan panas berlebih dari penggunaan alat catok, hair dryer, atau pengeriting rambut secara rutin dapat merusak protein alami dan menghilangkan kelembapan rambut. Sinar ultraviolet (UV) juga merusak struktur rambut, dan partikel polusi membuat rambut kotor serta lemah.

Kebiasaan menyisir yang salah, seperti menyisir rambut terlalu sering atau kasar terutama saat basah, dapat membuat rambut mudah patah dan rontok. Produk perawatan rambut yang tidak sesuai, seperti sampo, kondisioner, atau produk styling yang mengandung alkohol, sulfat, atau bahan kimia keras, dapat mengikis kelembapan alami rambut. Kekurangan protein, zat besi, vitamin D, dan zinc juga dapat mengganggu pertumbuhan rambut, membuatnya tipis, rapuh, dan cepat rusak. Terlalu sering keramas dapat menghilangkan minyak alami kulit kepala dan rambut, menyebabkan kekeringan, sementara jarang menggunakan kondisioner akan membuat batang rambut kekurangan kelembapan. Mengikat rambut terlalu kencang memberi tekanan berlebih, dan jarang memotong ujung rambut akan membuat rambut bercabang menyebar ke atas. Stres juga dapat memengaruhi siklus pertumbuhan dan kualitas rambut.

Solusi untuk Rambut Rusak

Untuk mengatasi rambut rusak, gunakan produk perawatan yang tepat, seperti sampo, kondisioner, masker rambut, dan serum yang diformulasikan khusus untuk rambut rusak, melembapkan, dan mengandung protein atau keratin. Batasi penggunaan bahan kimia dengan memberikan jeda yang cukup antar proses kimia seperti pewarnaan dan pelurusan, serta pertimbangkan untuk hanya mewarnai akar rambut. Kurangi penggunaan alat panas pada rambut, seperti catokan, hair dryer, dan pengeriting rambut.

Lindungi rambut dari sinar matahari dengan menggunakan topi atau produk pelindung UV saat beraktivitas di luar ruangan. Rutin memotong ujung rambut setiap 2-3 bulan sekali dapat menghilangkan ujung rambut yang bercabang dan mendorong pertumbuhan rambut sehat. Aplikasikan masker rambut alami atau minyak alami seperti kelapa, zaitun, argan, dan almond secara rutin untuk menutrisi dan melembapkan rambut. Penuhi kebutuhan nutrisi tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang yang kaya protein, zat besi, vitamin D, dan zinc. Hindari menyisir rambut basah dengan kasar karena rambut basah lebih rapuh. Jika kerusakan rambut parah, konsultasikan dengan ahli perawatan rambut atau dermatolog untuk penanganan yang lebih intensif.

Menjaga kesehatan rambut adalah investasi jangka panjang untuk penampilan dan rasa percaya diri.

Dengan memahami penyebab kerusakan, terutama dari proses kimia, dan menerapkan perawatan yang tepat, rambut dapat kembali sehat, lembut, dan berkilau.

Penting untuk memilih teknik penataan rambut yang tepat dan menggunakan bahan kimia secara bijak untuk mencegah kerusakan lebih lanjut.

Informasi terkini mungkin berbeda, pastikan untuk memverifikasi detail sebelum mengambil keputusan.

Disusun dengan bantuan penelusuran web dari: alodokter.com, amwaytoday.co.id, kartinimedia.id, heircarestudio.com, lumbungpare.org, hairenergy.co, kompas.com, cnnindonesia.com.

D
DewiEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update